Minggu, 20 September 2026

Dari Kebun Bambu Jadi Lapangan Olahraga: Sejarah Panjang Berdirinya Lapangan Voli Dusun Karangtalun

LAPANGAN VOLY— Kehadiran fasilitas olahraga bagi warga dan siswa sekolah di Dusun Karangtalun, Desa Gedompol, Kecamatan Donorojo, menyimpan rekam jejak perjuangan swadaya yang panjang. Lapangan voli yang kini berdiri aktif di tengah permukiman warga tersebut mulanya merupakan kebun bambu milik tanah kas desa yang dialihfungsikan secara bertahap sejak tahun 2001.

Pembangunan lapangan baru ini dipicu oleh proyek pembangunan Telaga Ndawe oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo / Dinas PUPR pada sekitar tahun 2000. Proyek pemerintah tersebut mengambil alih area lapangan olahraga lama milik Dusun Karangtalun, sehingga warga dan pemuda setempat sempat kehilangan fasilitas berolahraga.

Prakarsa Pemuda dan Dukungan Lahan Kas Desa

Menanggapi kondisi tersebut, pada tahun 2001 tiga tokoh pemuda Karangtalun—Maryono, Narsito, dan Purwanto—berinisiatif mencari lokasi pengganti. Titik terang berhembus dari Mbah Yusuf, pengelola tanah kas desa saat itu, yang secara sukarela menyerahkan lahan kebun bambu kelolaannya untuk difungsikan sebagai lapangan voli.

Dengan berbekal selembar surat permohonan izin, para pemuda mengajukan permohonan resmi kepada Pemerintah Desa Gedompol yang saat itu dipimpin oleh Kepala Desa (Alm.) Kusman. Pemerintah desa memberikan restu dengan mempertimbangkan fungsi strategisnya: sebagai wadah kegiatan pemuda sekaligus sarana olahraga bagi siswa SD Negeri 2 Gedompol dan SMP Negeri 4 Satu Atap Donorojo yang lokasinya berdekatan.

Perjuangan Fisik dan Perawatan Berkelanjutan

Proses perataan lahan kebun bambu tidak berjalan mudah. Akibat minimnya alat berat pada masa itu, pengerjaan fisik dilakukan secara manual dan bergotong royong oleh warga setempat selama lebih dari dua tahun.

Perjuangan gigih masyarakat Karangtalun akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2003, lapangan tersebut resmi rampung dan siap digunakan secara penuh. Peresmiannya ditandai lewat gelaran turnamen voli antar-dusun bertajuk "WEDUS CUP I 2003". Ajang perdana ini sukses menyedot perhatian publik dengan menghadirkan 16 tim dari lingkungan sekitar, termasuk tim dari wilayah perbatasan Jawa Tengah.

Semangat swadaya itu pun tak berhenti di masa peresmian. Hingga kini, proses pemeliharaan hingga pengembangan fasilitas lapangan rutin diteruskan secara konsisten oleh generasi muda dan pengurus dusun setempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar