-->
Minggu, 20 September 2026

Menolak Padam: Jejak Langkah dan Pengabdian Seniwati Karawitan Putri PKK Karang Wiromo

KARANG WIRAMA — Alunan gending Jawa nan harmonis pernah menjadi identitas dan kebanggaan tersendiri bagi warga Dusun Karangtalun, Desa Gedompol, Kecamatan Donorojo. Di sudut barat Kabupaten Pacitan ini, berdiri sebuah kelompok seni yang tak biasa, yakni Seni Karawitan Putri PKK "Karang Wiromo". Kelompok ini unik dan istimewa karena seluruh anggotanya—mulai dari pemukul kendang yang memegang irama, penabuh saron, bonang, hingga barisan gerong (backing vokal)—semuanya murni digerakkan oleh kaum wanita dan ibu-ibu PKK yang merupakan warga asli Dusun Karangtalun.

Diprakarsai oleh almarhumah Ibu Sri Mulyani pada era 1980-an, Karang Wiromo lahir dari semangat gotong royong dan kepedulian mendalam warga lokal terhadap pelestarian budaya Jawa. Di tangan dingin beliau, para ibu rumah tangga asli dusun tersebut ditempa hingga lihai memainkan gamelan, mematahkan anggapan bahwa instrumen karawitan hanya didominasi oleh kaum pria.
Klenengan1


Rekam jejak dan kejayaan Karang Wiromo terukir manis dalam sejarah lokal. Pada era 1990-an, kelompok seniwati ini menjadi andalan wilayahnya. Mewakili Desa Gedompol, Karang Wiromo berhasil memboyong Juara 1 tingkat Kecamatan Donorojo sebanyak tiga kali dalam ajang kompetisi memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Klenengan2


Tak berhenti di panggung perlombaan, eksistensi Karang Wiromo makin melejit hingga akhir era 2010. Kelompok ini menjadi langganan tanggapan untuk mengisi acara hajatan warga. Jangkauan pertunjukan mereka tidak hanya sebatas di internal Dusun Karangtalun atau desa tetangga saja, melainkan sering melayani tanggapan hingga ke luar wilayah Desa Gedompol, bahkan pernah melangkah jauh menembus lintas kabupaten menuju Kabupaten Ponorogo.

Namun, roda kehidupan terus berputar. Memasuki dekade 2010-an, kelompok ini mulai menghadapi tantangan berat berupa krisis personel seiring berpulangnya beberapa anggota senior ke Rahmatullah. Suara gamelan yang dulu rutin menggema di dusun tersebut pun perlahan sempat menyepi.
Klenengan3



Menolak untuk padam, kini semangat pelestarian itu coba disulut kembali. Kelompok Karang Wiromo saat ini resmi berbenah dan fokus melakukan proses regenerasi. Pengurus mulai bergerak merangkul serta mengajak generasi muda asli dusun untuk melanjutkan estafet kebudayaan yang telah diwariskan oleh para pendahulunya.

Sebagai langkah nyata, kegiatan latihan rutin kini telah dihidupkan kembali. Setiap malam Minggu, kediaman Ibu Sokiyem—mantan pesinden senior Karang Wiromo—kembali dipenuhi alunan nada gamelan. Di rumah beliau, para generasi muda digembleng dan diajari teknik menabuh serta olah vokal karawitan. Lewat gerakan regenerasi ini, masyarakat Dusun Karangtalun berharap gema gamelan seniwati Karang Wiromo dapat kembali membahana dan terus lestari melintasi zaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar