Santrimati — Berbicara mengenai konektivitas dan jalur lintasan wisata di Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, khususnya via jalur alternatif Karangtalun–Gedompol, rasanya tak akan pernah lepas dari sebuah lokasi ikonik bernama Tanjakan Santrimati.
Secara administratif dan kewilayahan, kawasan Santrimati ini berada di wilayah Dusun Karangtalun, Desa Gedompol, yang berlokasi di ujung paling selatan Desa Gedompol dan berbatasan langsung secara geografis dengan Dusun Nguni.
Bagi pengguna jalan maupun warga lokal, Tanjakan Santrimati hari ini menyuguhkan medan yang jauh lebih ramah dibanding masa lalu. Meski tidak lagi tergolong ekstrem dan kini relatif mudah untuk dilalui, tanjakan ini dulunya sangat tersohor karena keterjalanannya yang kerap menguji kehandalan kendaraan maupun mental para pengendara. Perubahan wujud dan kenyamanan jalur ini terjadi berkat adanya proyek perbaikan jalan sepanjang 12 kilometer dari ruas Cemeng hingga Widoro pada tahun 2024 lalu dari Pemkab. Pacitan.
Tempat Berburu Sinyal hingga Sarana Navigasi Wisata
Jauh sebelum era kemudahan akses internet seperti sekarang, Tanjakan Santrimati menyimpan kenangan unik tersendiri bagi pemuda dusun. Di masa ketika jaringan internet Wi-Fi belum menjamur, ruas jalan yang berada di ketinggian ini menjadi pusat 'nongkrong' favorit para pemuda lokal. Setiap sore hingga malam hari, mereka berkumpul di tepi jalan ini hanya untuk satu tujuan: berburu sinyal seluler demi terhubung dengan dunia luar.
Kini, seiring berjalannya waktu dan pesatnya pembangunan infrastruktur, peran Tanjakan Santrimati kian berkembang pesat. Jalur ini menjadi salah satu alternatif serta sarana penunjuk arah (navigasi) yang sangat vital bagi wisatawan yang hendak mengeksplorasi keindahan destinasi wisata di kawasan Pacitan bagian barat.
Fenomena Keberadaan Dusun Nguni yang Terisolasi dari Desa Klepu.
Di balik lalu lalang kendaraan wisata dan kawansan berburu sinyal, Tanjakan Santrimati menyimpan fenomena geografi dan tata kelola kewilayahan yang terbilang langka, khususnya terkait keberadaan Dusun Nguni.
Dusun Nguni secara administratif masuk ke dalam wilayah pemerintahan Desa Klepu, Kecamatan Donorojo. Secara posisi geografis, dusun ini diapit oleh dua desa tetangga, yakni berbatasan langsung dengan Desa Gedompol di sebelah utara dan Desa Widoro di sebelah selatan.
Keunikannya terletak pada kenyataan bahwa Dusun Nguni tidak memiliki akses jalan langsung yang menghubungkan mereka secara internal dengan pusat pemerintahan Desa Klepu. Kondisi geografi memaksa warga Dusun Nguni terisolasi dari induk desanya dan harus memutar jauh melintasi desa-desa tetangga:
Jika Melalui Rute Selatan: Warga harus menempuh jarak sekitar 6 kilometer, melintasi 2 desa (Desa Widoro dan Desa Sawahan), serta melewati 5 dusun terlebih dahulu hanya untuk bisa sampai ke pusat Desa Klepu.
Jika Melalui Rute Utara: Warga harus menempuh jarak sekitar 4,7 kilometer dengan melintasi wilayah Desa Gedompol dan harus menembus 5 dusun sebelum akhirnya mencapai wilayah Klepu.
Asal-usul Penamaan Santrimati dan Batas Wilayah
Kondisi administratif yang unik antara Dusun Nguni dan Desa Klepu tersebut bukanlah tanpa alasan. Hal ini berkaitan erat dengan penamaan Tanjakan Santrimati yang diwariskan secara lisan turun-temurun dari para sesepuh setempat.
Secara etimologi cerita lokal, kata "Santri" merujuk pada sosok seorang tokoh penyebar agama Islam yang berasal dari Desa Klepu, sedangkan kata "Mati" berarti meninggal dunia. Berdasarkan cerita turun-temurun di masayarakat setempat, pada zaman dahulu kala sang santri tengah melakukan perjalanan dakwah menyiarkan agama Islam di kawasan tersebut. Di tengah perjalanannya, beliau mengalami sakit parah hingga akhirnya meninggal dunia di kawasan ini.
Tergerak oleh rasa kemanusiaan dan gotong royong, warga Dusun Nguni dengan sigap menolong serta mengurus jenazah tokoh agama tersebut hingga pemakaman. Tidak disebutkan secara pasti nama dan tahun kejadian
tersebut.
Sebagai bentuk rasa hormat, apresiasi, dan balas jasa dari pihak Desa Klepu atas kebaikan serta kepedulian tulus warga Dusun Nguni terhadap santri tersebut, maka Dusun Nguni secara resmi diakui dan dimasukkan ke dalam wilayah administratif Desa Klepu hingga saat ini.
Sepenggal ikatan sejarah, dinamika geografis, dan nilai-nilai kearifan lokal inilah yang menjadikan Tanjakan Santrimati bukan sekadar rute jalan yang kita lewati, melainkan sebuah saksi sejarah dan identitas sosial yang melekat kuat bagi masyarakat Kecamatan Donorojo, Pacitan.

Diskusi